Lewati ke konten
I IRFATECH

Jangan Malu dengan Bahasa Inggrismu: Mulai Bicara, Mulai Belajar

Seorang pemuda dari Baucau berani berbicara bahasa Inggris meski belum sempurna — lalu orang menertawakannya. Mengapa kita tak seharusnya mengejek siapa pun yang sedang belajar.

M

Mohammed Irfan

5 menit baca
Daftar isi Tampilkan Sembunyikan

Suatu hari, saya bertemu seorang pemuda dari Baucau. Kami berbincang tentang Timor-Leste — hidupnya, mimpinya, dan masa depannya. Saya bertanya beberapa hal dalam bahasa Inggris, dan ia menjawab dalam bahasa Inggris.

Bahasa Inggrisnya tidak sempurna.

Tetapi hal yang menurut saya paling penting bukanlah sempurna atau tidaknya bahasa Inggrisnya.

Ia punya keberanian untuk berbicara.

Lalu terjadi sesuatu yang membuat saya berpikir dalam-dalam tentang generasi muda kita.

Video itu mendapat banyak perhatian. Tetapi ada orang-orang yang meninggalkan komentar tidak baik dan menertawakannya karena bahasa Inggrisnya. Itu membuatnya merasa malu, dan ia tak lagi ingin video itu tayang.

Dari satu situasi sederhana ini, saya mulai bertanya pada diri sendiri:

Mengapa kita menertawakan orang yang sedang berusaha belajar?

Tak seorang pun dari kita penutur asli

Anak muda Timor-Leste, ada satu hal yang perlu kita pahami.

Bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita.

Kita tidak tumbuh di negara yang bahasa Inggris menjadi bahasa utamanya. Maka ketika kita mulai berbicara bahasa Inggris, pelafalan kita bisa keliru. Tata bahasa kita bisa keliru. Kita bisa lupa kata. Kita bisa berbicara tanpa lancar.

Dan itu wajar.

Semua orang yang kini berbicara bahasa Inggris dengan baik juga pernah, pada suatu titik, memulai dengan bahasa Inggris yang tidak sempurna.

Masalahnya bukan bahasa Inggris kita yang tidak sempurna.

Masalahnya adalah ketika kita takut berbicara karena takut ada yang menertawakan.

Jika kamu menunggu sampai bahasa Inggrismu sempurna sebelum berbicara, kamu akan menunggu sangat lama.

Mulai berbicara berarti mulai belajar

Kamu tak bisa belajar berbicara bahasa Inggris hanya dari buku.

Kamu harus berbicara.

Kamu harus mencoba.

Kamu harus membuat kesalahan.

Kamu harus mendengarkan orang lain.

Lalu kamu mencoba lagi.

Semakin banyak kamu berbicara, semakin banyak kata yang kamu pelajari. Kamu akan lebih memahami tata bahasa. Pelafalanmu akan membaik. Kamu akan merasa lebih nyaman.

Latihanlah yang membuatmu lebih baik.

Jadi ketika seorang anak muda berbicara bahasa Inggris dan keliru, jangan hanya melihat kesalahannya.

Lihat keberaniannya.

Ia berani mencoba sesuatu yang belum ia kuasai.

Dan keberanian itulah yang seharusnya kita dukung.

Jangan saling menjatuhkan, saling membangun

Anak muda kita adalah masa depan Timor-Leste.

Jika seorang anak muda mencoba berbicara bahasa Inggris dan kita menertawakannya, besok ia bisa takut untuk berbicara lagi.

Tetapi jika kita berkata:

“Bagus! Teruslah mencoba. Kamu bisa jadi lebih baik.”

kita bisa mengubah hidupnya.

Satu komentar bisa membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri.

Tetapi satu komentar juga bisa memberi seseorang keberanian untuk terus maju.

Jadi kita harus memilih:

Apakah kita ingin saling menertawakan, atau saling membangun?

Apakah kita ingin membuat satu sama lain takut, atau memberi satu sama lain keberanian?

Timor-Leste butuh anak muda yang berani

Dunia kini terbuka.

Seorang anak muda Timor-Leste bisa berbicara dengan orang dari Indonesia, Australia, Portugal, Amerika, Filipina, dan banyak negara lain.

Bahasa Inggris bisa menjadi jembatan — cara bagi kita untuk mengenal dunia dan bagi dunia untuk mengenal Timor-Leste.

Tetapi jembatan itu tak dimulai dengan kesempurnaan.

Jembatan itu dimulai dengan keberanian.

Jika kamu ingin belajar di luar negeri, mencari peluang, berbisnis dengan orang dari negara lain, mempelajari teknologi, membagikan budayamu, atau sekadar bertemu orang baru — kamu perlu berkomunikasi.

Dan komunikasi dimulai saat kamu punya keberanian untuk berkata:

“Saya akan coba.”

Tak masalah jika kamu keliru.

Tak masalah jika aksenmu berbeda.

Tak masalah jika bahasa Inggrismu belum lancar.

Mulailah.

Lalu belajar.

Lalu perbaiki.

Lalu coba lagi.

Seiring waktu, kamu akan melihat perubahannya.

Mimpimu tak perlu mati karena komentar orang lain

Seorang anak muda punya mimpi.

Mungkin ia ingin menjadi dokter.

Mungkin ia ingin menjadi insinyur.

Mungkin ia ingin berbisnis.

Mungkin ia ingin bekerja di luar negeri.

Mungkin ia ingin mempelajari teknologi.

Mungkin ia ingin membantu keluarganya.

Mungkin ia ingin melakukan sesuatu yang besar untuk Timor-Leste.

Jangan biarkan komentar orang lain membuatnya berhenti.

Dan kamu juga, ketika melihat seseorang berusaha melakukan hal baik, berilah ia kekuatan.

Karena kamu tak pernah tahu kapan satu kalimat sederhana darimu bisa mengubah hari seseorang, kepercayaan diri seseorang, atau masa depan seseorang.

Perubahan harus dimulai dari diri kita masing-masing

Kita sering berkata:

“Timor harus berubah.”

Tetapi saya ingin bertanya:

“Jika kamu ingin Timor berubah, siapa yang harus memulai?”

Jawabannya adalah kamu.

Kamu tak perlu menunggu pemerintah.

Kamu tak perlu menunggu guru.

Kamu tak perlu menunggu orang lain.

Kita masing-masing bisa memulai.

Mulai belajar.

Mulai berbicara.

Mulai saling membantu.

Mulai saling menghormati.

Mulai menyemangati anak muda lain.

Ketika salah satu dari kita memulai, yang lain bisa melihatnya.

Ketika yang lain melihatnya, mereka bisa mengikuti.

Lalu satu menjadi dua.

Dua menjadi sepuluh.

Sepuluh menjadi seratus.

Dan pada akhirnya, kita bisa punya banyak anak muda yang tak takut belajar, tak takut berbicara, dan tak takut membuat kesalahan.

Itulah perubahan.

Untuk anak muda Timor-Leste

Jika bahasa Inggrismu belum baik, jangan malu.

Jika kamu membuat kesalahan, jangan berhenti.

Jika ada yang menertawakanmu, jangan biarkan kata-kata mereka membuatmu kehilangan mimpimu.

Teruslah belajar.

Teruslah berbicara.

Teruslah mencoba.

Dan ketika kamu melihat orang lain mencoba, semangati dia.

Karena kita semua mulai dari tempat yang sama.

Kita semua punya banyak hal untuk dipelajari.

Kita semua bisa membuat kesalahan.

Tetapi kita semua juga bisa menjadi lebih baik.

Timor-Leste akan lebih kuat ketika anak mudanya tidak saling menjatuhkan, melainkan saling membangun.

Jangan menunggu orang lain untuk memulai.

Mulailah dari kamu.

Mulailah hari ini. 🇹🇱❤️

Untuk setiap anak muda Timor-Leste dengan mimpi besar untuk masa depan.

Bagikan:

Siap mengotomasi bisnis Anda?

Ceritakan apa yang menghambat bisnis Anda — kami tunjukkan apa yang akan kami bangun untuk mengatasinya.

Chat langsung dengan kami